Hindari Pakai Pinjaman Dana Cepat Buat 5 Hal Ini Selama Pandemi

https://lh5.googleusercontent.com/Uz9pwzg2gXhj2MVLQ4cqN_e-BDKo9YkqVrfQODmOd9qZtZpVO109BfMDCKN9ZvLY8NsFnwjaP5Hgk7ewNhio3YhO6xx-5l_xED9ev3CKwt6oInYGZ1MseFYyhO74EApqFxSI4yRo

Pinjam dana cepat ke fintech, terutama yang legal dan terdaftar di OJK seperti Kredivo, memang menguntungkan dan terkesan memberi kemudahan dalam tempo singkat. Selain bunganya rendah, cuma 2,6% per bulan, pinjaman dana cepat bisa cair dalam waktu 1 hari kerja. Pengajuan pinjaman berlaku mulai 500 ribu untuk pinjaman mini dan Rp 1 juta ke atas untuk pinjaman jumbo. Untuk tenornya, yang tersedia mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan. 

Tapi di tengah pandemi, memfilter dan mempertimbangkan ulang niat untuk mengajukan pinjaman dana cepat sangat perlu dilakukan. Mengapa? Sebab, alih-alih menambah beban keuangan baru, kita justru dianjurkan untuk berhemat ketat dan fokus menambah tabungan darurat. Karena belum bisa terprediksi kapan pandemi akan berakhir, maka dari itu, kita perlu bersiap-siap. 

Kalau kamu berpikir untuk pinjam dana cepat demi 5 hal berikut, sebaiknya segera pertimbangkan ulang atau sebisa mungkin hindari agar nggak bikin sulit keuangan di kemudian hari. 

Membayar kredit atau pinjaman lainnya

Gali lubang tutup lubang. Hal pertama yang harus benar-benar dihindari sebagai tujuan pinjaman dana cepat. Mengingat tenor pinjaman dana cepat rata-rata tidak begitu panjang, meminjam sejumlah dana untuk menutup pinjaman lainnya hanya akan bikin repot keuanganmu nantinya. Apalagi kalau pinjaman yang ingin ditutup jumlahnya cukup besar. Mungkin masih bisa tercover jika pinjaman yang ingin dilunasi tidak begitu banyak, misalnya utang kartu kredit nominal Rp 2 juta sampai Rp 3 jutaan.

Menikah atau traveling

Menikah dan traveling adalah dua aktivitas yang banyak dijalankan orang pasca situasi normal baru diumumkan di Indonesia. Namun tentu keduanya diiringi dengan regulasi ketat yang mengacu pada protokol kesehatan covid-19 dan wajib dipatuhi. Baik menikah maupun traveling, setiap orang tentu memiliki tingkat urgensi yang berbeda-beda. 

Tapi sebaiknya, hindari meminjam dana cepat sebagai sumber dananya. Apalagi kalau tingkat urgensinya tidak tinggi. Misalnya: traveling untuk tujuan liburan di mana hal ini belum sepenuhnya dibolehkan karena kondisi pandemi masih terus naik angka positifnya di beberapa wilayah. Lain halnya jika kondisinya darurat seperti mengunjungi kerabat yang sakit, meninggal, atau urusan pekerjaan di kota lain yang tidak bisa ditunda. Begitu juga dengan menikah, daripada pasca menikah pusing mikirin cicilan pinjaman, lebih baik menabung atau mempersiapkan dulu dananya toh?

Berbisnis tanpa perencanaan

Di tengah pandemi, banyak orang berlomba-lomba berjualan dan berbisnis untuk tambah-tambah penghasilan. Tentu, ini hal yang baik. Namun, berbisnis tanpa perencanaan apalagi buta kondisi pasar tentu tidak disarankan. Apalagi jika sumber modalnya dari pinjaman. Kalau memang ingin membangun bisnis dari pinjaman, usahakan untuk riset dan membuat perencanaan sebaik-baiknya. Baik dengan mempelajari sendiri, terjun langsung ke lapangan, atau mencari informasi sebanyak-banyaknya dari orang yang lebih dulu menjalani bisnis tersebut. 

Dana cadangan saat tanggal tua

Kalau bulan ini tanggal tua udah jadi momok yang menakutkan sampai harus cari pinjaman, nggak ada yang bisa jamin kalau di bulan depan kamu tidak mengalami hal yang sama. Maka dari itu, pinjaman dana cepat bukan solusinya. Sebab, di bulan depan, bebanmu akan bertambah jadi dua jika kondisi ini tidak segera di atasi. Alih-alih pinjam dana, tanggal tua lebih baik diperbaiki dengan cara mengatur ulang anggaran keuangan, berhemat ketat, mengontrol pengeluaran belanja, atau menjual barang-barang yang tidak terpakai di rumah untuk tambahan. 

Beli produk selain kebutuhan primer

Contohnya: produk fashion keluaran terbaru, furnitur rumah yang tidak perlu, gadget baru, dan yang lainnya yang merupakan hal-hal konsumtif. Boleh aja beli produk-produk tersebut tapi kalau sumber dananya dari pinjaman, lebih baik hindari sebelum nanti akan menyulitkan kondisi keuangan. Di tengah pandemi, kebutuhan primer seperti sandang, pangan, papan adalah yang penting untuk diprioritaskan. Syukur-syukur bisa terpenuhi & berbagi ke tetangga atau orang-orang yang membutuhkan. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *