Berikut Ini Doa – Doa Saat Turun Hujan

Bacaan Doa Tahlil Lengkap Beserta Artinya, Bantu Lapangkan Kubur

Diceritakan, pada suatu hari terjadi hujan yang cukup lebat. Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam yang biasanya berwajah ceria mendadak berubah. Wajag sang kekasih Allah yang lemat lembut ini mendadak pucat. Namun, setelah hujan reda, wajah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam kembali cerah bersinar.

Sang istri tercinta pun, ‘Aisyah radhiyallahu anha bertanya kepada Rasulullah,” Ya Rasulullah, apabila terlihat awan mendung semua orang merasa gembira karena menandakan hujan akan turun, tetapi mengapa engkau justru terlihat ketakutan.”

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawa,” Wahai ‘Aisyah, bagaimana saya dapat meyakini bahwa angin kencang dan awan mendung itu bukan mendatangkan azab dari Allah? Kaum ‘Ad telah dibinasakan oleh angin topan. Ketika mereka melihat awan mendung, mereka gembira karena mengira akan segera turun hujan. Padahal bukan hujan, melainkan adzab Allah untuk membinasakan mereka.”

Adapun lafaz doa saat turun hujan adalah sebagai berikut :

“Allahumma shayyiban nafi’an”

Artinya : “Ya Allah, curahkanlah air hujan yang bermanfaat.”

Apabila hujan sangat lebat sekali disertai dengan angin kencang dan petir, anda bisa membaca doa dibawah ini :

“ Allahumma hawalaina wala ‘alaina Allahumma ‘alal akami wa adhirabi, wa buthunil auwdiyati, wa manabitisyajari.”

Artinya : “ Ya Allah, turunkanlah hujan ini di sekitar kami jangan di atas kami. Ya Allah curahkanlah hujan ini di atas bukit-bukit, di hutan-hutan lebat, di gunung-gunung kecil, di lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Bukhari Muslim).

Syaikh Sholih As Sadlan mengatakan bahwa doa di atas dibaca saat hujan semakin lebat atau khawatir hujan tersebut akan membawa dampak bahaya. (Lihat Dzikru wa Tadzikir, Sholih As Sadlan, hal. 28, Asy Syamilah).

Dari Zaid bin Kholid Al Jauhani, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam melakukan shalat shubuh bersama kami di Hudaibiyah setelah turun hujan pada malam harinya. Tatkala hendak pergi, beliau menghadap jama’ah shalat, lalu mengatakan, “Apakah kalian mengetahui apa yang dikatakan Rabb kalian?” Kemudian mereka mengatakan, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda,

“Pada pagi hari, diantara hamba-Ku ada yang beriaman kepada-Ku dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan, ‘Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah), maka dialah yang beriman kepada-Ku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini), maka dialah yang kufur kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang.” (HR. Bukhari no. 846 dan Muslim no. 71). 

Sedangkan doa saat angin kencang adalah sebagai berikut :

“Allahumma inni as’aluka khairahaa wa khaira maa fiihaa khaira maa ursilat bihi wa a’uudzu bika min syarriha wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi.”

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya, kebaikan apa yang terdapat padanya, kebaikan apa yang dibawanya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada padanya dan keburukan yang dibawanya.” (HR. Muslim No. 1496).

Adapun doa agar hujan berhenti adalah sebagai berikut :

 “Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wak jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.”

Artinya : “Ya Allah, turunkanlah lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR. Bukhari).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *